Source: http://amronbadriza.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-judul-blog-bergerak.html#ixzz2B1mhjyb5

Senin, 27 Juli 2020

Ruang Guru (Pernah jadi Guru)

Hari ini, setelah melihat postingan foto bergambar seorang guru yang sedang mengajar. Ingatanku kembali pada masa lalu. Kala itu aku pernah berkata pada diriku sendiri bahwa aku tidak suka menjadi guru, tidak pantas, aku bukan seseorang yang sabar untuk mengajarkan sesuatu pada seseorang. Mungkin pernyataan ini, didasari oleh aku yg tak pernah bisa mengajari adiku dengan baik di rumah (read: tdk sabaran, selalu ngomel² bahkan adiku sampai menangis dan tak mau lg belajar dgnku haha).

Sampai suatu ketika aku harus memilih jurusan untuk jenjang pendidikan S1 ku. Tidak mau berbau pendidikan, tdk mau nanti sampai jd guru, gumamku. Ya, benar. Aku tidak memilih pendidikan, pilihan pertama ku adalah sastra inggris (murni non pendidikan) dan kedua kimia (lagi² murni non pendidikan) di dua universitas negeri berbeda. Aku suka bahasa karena hmmm... unik, beragam, keberadaannya sgt penting. Keingintahuan kepadanya membuatku mengetahui banyak hal. Aku suka itu. Aku pilih kimia, awalnya karena tutorku. Dia membuat kimia menjadi ringan, mudah dimengerti dan keren. Dan kemudian aku suka. Kemudian sampai pada akhirnya justru jurusan yang ku ambil ketika kuliah bukan keduanya. Coba tebak?

Singkat cerita jurusan itu adalah pertanian. Ya, melenceng sgt jauh, benar. Kenapa bisa? Pertimbanganku waktu itu adalah, pertanian masih sains, msh berhubungan dengan kimia laluu... apasalahnya jika kelak anak pertanian jg belajar bahasa inggris? Atau bahkan mampu menguasainya? Ah itu jg cukup bagus (ada kata cukup disini, yg artinya msh terdapat keraguan thdp pilihanku)
Akhirnyaa, jadilah aku seorang mahasiswa pertanian. Tak pernah terlintas sedikitpun dibenakku sebelumnya, asli.

Ditengah masa perkuliahan ada salah satu tutorku semasa SMA dulu menelponku, beliau berhalangan hadir untuk mengajar di tempatnya dan meminta bantuanku untuk menggantikannya mengajar. Hah? Kaget? Gimana caranya ngajar. Spontan itu yg berkelebat dipikiran setelah mendengar permintaannya tersebut. Akupun jelas langsung menolak. Tapi dia bersikeras meyakinkanku, "cuma hari ini gia, saya sgt² perlu bantuanmu, tolong ya. Akan ada reward spesial jg dari saya" katanya meyakinkan. Sejujurnya aku tidak enak hati, mengingat beliau adalah orang yg sgt berjasa bagi saya, luluh jg akhirnya. Baiklah hanya sehari, aku ambil bahasa inggris. Akupun mengajar-----

Bulan-bulan berikutnya, ada teman seangkatan SMA ku (dia ini mengajar---di tempatku dulu---dimana aku---sempat mengajar) "gi, ngajar lagi yuk. Kita kurang pengajar nih. Bantuin dong" katanya. Lagi² ada tawaran ini. Aku pikir matang², bagaimana caraku menolak dengan alasan yg benar. Dan yg ada dipiranku justru, "haruskah diambil? Toh cuma weekend, dan aku free. Eh lumayan juga untuk tambahan uang jajan" Pikirku sebagai mahasiswa yg cukup realistis dan sedikit menantang diri sendiri. Aku ambil.

Dan ternyata cukup lama aku mampu bertahan mengajar disana, dari semasa kuliah bahkan setelah lulus pun aku masih sempatkan untuk mengajar dikala senggang. Aku menyusun rencana mengajar, bahan mengajar, soal ujian dan merancang hal-hal yang kiranya membuat kelasku menyenangkan. Wah begini rasanya. Aku yg dulu sangat tidak menyukainya, bahkan melabeli diriku sendiri sbg anti-guru. Hari ini aku justru sgt bersyukur pernah mengambil kesempatan itu. Banyak hal yg ku dapatkan, lingkungan yang kurasa memiliki energi positif tinggi, orang² yang sangat menginspirasi, semangat mereka yang memotivasi serta hal² lainnya yang belum pernah ku ketahui sebelumnya. Aku menyukainya. Pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang itu benar.

Entah apa itu rasanya, ketika ada beberapa pesan masuk setelah aku berhenti mengajar "kak apa kabar" "kak udh ga ngajar" "msh boleh ga nanya kak" "ngajar lg dong kak". Yang ingin kusampaikan hanya "Terimakasih sudah pernah jadi muridku, aku tak pernah menyesal pernah mengajar". Dan kini aku merindukan momen itu.

Cerita ini kutulis kurang lebih hanya setengah jam, mengalir begitu saja setelah aku makan mi ayam ceker favoritku. Sekian~

Kamis, 19 Maret 2020

AKU SEDIH.


Aku Sedih.
Dingin.
Hujan di bulan November itu mewakili hatiku yang tercabik.
Pikiranku tak terarah, mataku berair.
Sakit sekali rasanya.
Ku lakukan dari A-Z.
Namun yang terlihat hanya bagian A, bahkan itu pun sepertinya tidak berharga.
Aku tidak ingin kamu tahu rasanya.
Tak apa, besok pun aku sudah baik-baik saja.

Selasa, 20 November 2018

For you there

Hey.. I miss you!
Don't you remember when we are on motorcycle?
You told me everything about your day
You laugh, so do I
The motorcycle is running slow at that time
But its not problem for me, sure!
I love every story that you told to me
Hey... I miss you!
Dont you remember a love story about your parents?
That makes me smile, when I remember that you ever telling me
How sweet they are!
You told the way they meets at the first time
I really missing you! Where are you?

Jumat, 10 Agustus 2018

Kenalan Sama "Fusion Leadership : Harmoni Dua Dunia" by Nenny Soemawinata

Aku bkn buku addicted, pas SMA suka baca novel aja tuh cuma minjem dari beberapa temen atau guru (Miss Niar, laaff emg!). Nah ini buku gaya bgt tentang leadership, dibeli tahun lalu (2017) pas abis pelantikan kahim (Ketua Himpunan) atau aku lebih dikenal dengan panggilan Ceuhim--- buku ini baru kelar dibaca sekarang (2018) delay bgt, nanti dijelasin alesannya dibawah Wkwk. Gatau waktu itu kerasukan apa tbtb pgn beli ini pas liat di Gramedia. Biasanya kalo beli buku tuh berat, sayang duit, mahal blabla wkwk. Eh ini malah beli, mungkin karena  dulu pas liat first impressionnya bgs sama buku ini. Warna sampulnya yg lumayan mencolok di rak, yaitu merah, warna favorit emg, gambarnya bagus, bentuknya seukuran novel (jd kesan bukunya ringan buat dibaca), terbitan GPU yg setau aku biasanya kualitas isinya bgs, trs pas baca sinopsis diblkgnya ngena gitu dihati.

Kepemimpinan adalah seni mengelola kapasitas diri: untuk mengubah hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, untuk mengelola sikap yang benar dan bersedia mengambil tanggung jawab, untuk memandang kegagalan bukan sebagai sesuatu yang fatal, dan untuk memandang kesuksesan bukan sebagai sesuatu yang final, melainkan suatu kesempatan untuk terus bertumbuh dan berkarya.

Buku ini merangkum pengalaman, cerita, anekdot, dan kombinasi prinsip kepemimpinan Timur dan Barat yang dengan jujur dan gamblang diceritakan guna menginspirasi pembacanya.
Buku ini mengajarkan hal-hal kecil yang berharga, yaitu hasrat yang harus selalu menjadi bahan bakar dalam memimpin dan cara-cara praktis untuk menikmati hidup.

Tiap halaman buku ini merupakan lembaran-lembaran ajaib yang menuntun pikiran dan imajinasi masuk ke suatu dimensi di mana kepemimpinan berarti pengaruh: tidak kurang, tidak lebih.

singkat cerita dibeli deh. Pas dibaca bahasanya yg digunain buku ini baku bgt, maklum kebiasaan bacanya novel kali yaa ehehe jadinya rada ngebosenin pas awal baca ini. Karena beli ini abis pelantikan, dan buku ini menceritakan pengalaman-pengalaman penulisnya saat menjadi seorang pemimpin dan kebetulan beliau adalah seorang perempuan jadi isi buku ini sangat related sama yg aku alamin pas ngejabat kahim waktu itu. wahh, kaya punya motivator pribadi gitu pas baca buku ini. akhirnya yg tadinya agak menyesal beli buku ini, jadi engga, malah enjoy bacanya dan mulai nikmatin sampe-sampe kebiasa sama gaya bahasanya yg lumayan baku itu. nah kenapa nyelesaiin baca bukunya lama? buku ini bukan novel yang ceritanya berkaitan ditiap bab. tapi ditiap babnya  bahas poin-poin penting soal leadership, jadi aku bacanya per bab dan aku pahamin dulu terus compare sama pengalaman pas aku memimpin. alhasil bacanya jadi lama, tapi yang penting sense dari isi buku ini nyampe dan ngena bgt, sampe akhirnya sekarang aku memutuskan buat mereview buku ini di blog ini, dan aku mau share tentang gimana buku ini ngubah perspektif aku tentang pemimpin itu sendiri. aku akan review poin-poin penting dari buku ini, tapi dilanjut nanti aja deh! ini bocoran poinnya:
-hujan salju di gurun tandus (soal ketidakmungkinan yang bisa dijadikan kenyataan)
-memulai dengan benar
-seni dan manajemen
-mission, I'm possible
-kembali kepada sikap
-sesuatu yang disebut tanggungjawab
-bicara tentang sukses
-bicara tentang gagal
-memulai dari hal kecil
-mencoba lagi
-kepemimpinan magnetik
-kesombongan datang sebelum kejatuhan
-bermain dengan hasrat
-kepemimpinan yang menyederhanakan
-have fun go mad

bye! see you on the next page! *brb mau skripsian dulu*

Jumat, 23 Maret 2018

Sabtu Malam Kemarin... Kali Pertama Daftar Exchange



Dari sekian lama gue ga pernah ngepost sesuatu di blog ini lagi, hari ini gue mau share suatu cerita. Ehehe.
I dont hope everyone to read this, I just wanna post what I feel about this. Thx you!
Well, belakangan ini jarang banget buka aplikasi chat LINE, alasannya panjang__. Singkat cerita malem kemarin buka LINE, chat yang paling atas itu dari iCampus, ada sampe 15 pesan pesan yang belum dibaca dari situ gue penasaran dan pgn tau apasih yang dia kirim. Khawatir sama gue?:p
Isinya biasa soal exchange, lomba, beasiswa, dll. Di scroll sampe bawah tuh ya. Di bagian paling bawah itu ada exchange dari AFSEC sama XCHANGE HAMADA. FYI udah lama banget sebenernya daku ingin coba exchange gini, tapi gapernah jadi hingga akhirnya selalu dibuat mupeng liat temen yang udah berhasil ngewujudin exchange-exchangenya ke beberapa negara. Berkat kegabutan yang haqiqi kemarin gue mutusin buat kepoin event ini, dan gue klik lah itu linknya. Baca-baca ketentuannya, FAQ nya, ngebandingin tanggal berangkat keduanya, tujuan negaranya, pokonya semuanya__. Sempet mikir coba aja daftar dua2nya toh tanggal keberangkatannya pun jaraknya jauh, kalo iya dua2nya lolos itu juga wkwk. Dapet dipikir-pikir lagi kayanya satu dulu aja deh buat nyoba sih (pertimbangan ini didasarkan budget uang saku ga selancar biasanya mengingat semester 8 ini kebanyakan gabut dibanding aktivitas kuliahL). Setelah gue bandingkan keduanya gue pilih yang XCHANGE HAMADA. Kenapa Gi? Meskipun biaya registrasinya lebih mahal dan ada 2 tahap seleksi yang buat gue menarik itu tujuannnya sydney (langsung kebayang kartun nemo nih gue wkwk) dan bisa dibilang ada semacam guest starnya istilah lainnya youth influencer yi Tasya Kamila sama Andhika Wira atau also known as @skinnyfabs. Keren nih!

Dan singkat cerita gue daftar tuh ya. Nemuin banyak trouble buat regist, sampe gagal upload form 6 kali dong. But finally berhasil daftar ditanggal 11 h-4 pendaftaran ini ditutup. And then... waiting time! Pengumuman seleksi tahap satunya dijadwalin tanggal 20 maret, gasabar sama hasilnya jadi deh bukain akun2 medsos nya Xchange Hamada dari pagi, eh taunya siangnya mereka bilang pengumumannya diundur besoknya, jadi tanggal 21. Hmm fine, nunggu lagi. Dan hp gue sorenya kena tumpahan air minum di tas, anjiiiir so sadL rusak dah tuh layarnya jadi putih doang.
NP: BCL-Kecewa
FYI nih, gue pegang hape dua. Satunya Lenovo A6000+, yang satunya Samsung Galaxy Young gatau tipe berapa yg jelas ini hp lama gue, android pertama yg dikeluarin Samsung. Jadi tuh yang hp Lenovo gue UC gitu apa ya istilahnya, nah bagian UCnya itu kena masalah jadi gabisa baca provider. Simpelnya ga ada jaringan di tuh hp. Nah repot pan, udah coba di servis tapi resikonya berat, kalo gagal hpnya bisa matot. Jadi deh belakangan ini gue atasi dengan wifinya tanpa ganti UC. TAKUT kalo matot, belum nemu gantinya hiks:’) alhasil hp gue bisa konek internet kalo pas ada wifi aja. Dan kalo kemana-mana ya dpt tetringanlah dari si Samsung Galyoung gue tadi. Dikarenakan ini hp sesuai yg gue ceritain diatas, ahh yasudahlaaah paham kan.----
Gabisa ngecek pengumuman lah itu pas tanggal 21 besoknya. Sedih beet masalah hp kmrn aja blm selesai, eh sekarang tambah ruwet gara2 si Galyoung andalan gue ikutan trabel. Aku kudu kumaha atuh ya? Sedih. Sedih. Sedih. Sedih.
Pas tanggal 22 siangnya dapet sinyal wifi dari tetangga, dan kebetulan si Riza tau pswdnya. Okedeh pake, ngarep bgt hasilnya bakal jadi hiburan pelipurlara kala itu. Dan penantian lamaku akhirnyaa tiba jeng jeng jeng.eh tapi tapi, semesta tak berpihak padaku. I dont find my name in there, ga ada nama gue dari 100 orang terbaik itu. Ohh my dear, elu bloon bgt apa yaa. Sedih lagi. Sedih terus. Sedih bingit. Puter lagu BCL lagi. SEKIAN.

Sabtu, 06 Februari 2016

Wings

I have two wings like in generally
but I just use one of them to fly
wherever i wanna go
Its so incredible world that i saw
Red, yelow, blue are combined so beautiful

Laugh, laugh, laugh
Then I forget the ways to sad

By and by
I am being aware lately
One of my wings left me
Far away
And the other wing? It was broken

Kinda weird
But this is who I am
Trying fly without wings, then forget the sorrow
Difficult? Yes
I wanna fly


made by love,
Gia Afsana

Kamis, 02 April 2015

Soe Hok Gie

eh, sekitar 3 bulan yang lalu gue baru kenal sama yang namanya Soe Hok Gie loh. Tau gak?  Udah pada tau yaaa? Yaaah, kudet deh gue.
Jadi Soe Hok Gie ini adalah seorang aktivis Indonesia gais, dia lahir tanggal 17 Desember 1942. Wah sagitarius nih zodiaknya haha
Lupakan soal zodiak dia lahir tahun 42-an nih gais, tau dong apa artinya? Iya betul banget dia lahir pas Indonesia bahkan belum merdeka. Sooo apa masalahnya? Banyaaak. Indonesia kan dilanda banyak polemik pada saat itu. Banyak paham-paham yang gak sepaham haha.. eits bukan gitu ya gue lupa ada paham apa aja ya waktu itu, yagitulah intinya.
Tau dong Indonesia dipimpin siapa waktu itu? Gak tau? Ke Zimbabwe aja deeecc lo. Apaa? Yaps benar, presiden pertama kita yaitu Soekarno. Prokprok! bukan orang Indonesia lah ya kalau gak kenal beliau.
Banyak orang yang tentunya bilang Soekarno itu orang yang berjasa banget buat Indonesia, yaiyalah kalo kita pernah makan bangku sekolah pasti belajar yang namanya Sejarah kan? Tau dong gimana? Lupa? Coba inget-inget lagi deh masa lalu itu~  Adakalanya masa lalu itu perlu dikenang loh hihi
Nah udah inget? Balik ke Soe Hok Gie lagi yaa, dia ini cowo keturunan tionghoa. Dia berasal dari keluarga yang cukup berada. Dari kecil cowo yang akrab dipanggil Gi ini (ngikutin aja nih haha) hidupnya berontak mulu. Bukan ngelunjak atau bandel gitu ya, tapi dia selalu punya point of view sendiri. Jiaelaah maksudnya sudut pandang gitu hehe. Dia pernah pindah-pindah sekolah mulu, bermasalah di kelas, dan nilainya jelek. Bukan karena dia ini bodoh tapi karena point of view-nya tadi, dia selalu menentang apa yang dia anggap salah dari paparan gurunya di kelas. Beda banget sama temen-temennya yang lain, ngikutin aja apa yang gurunya bilang. Mungkin kalo gue gambarin Soe Hok Gi tuh bilang gini: Guru juga manusia kali hellooow haha. Dulu itu menurut diari yang ditulis Soe Hok Gie haram banget hukumnya kita protes-protes termasuk sama sistem pemerintahan juga. Dari SD sampai SMA Gie ini wataknya gitu, terus ada temennya yang bilang gini: “Gie ngapain sih kamu gitu (protes)? Padahal kamu kan gak hidup susah, udah enak kok malah cari masalah?” intinya gitu deh, temennya ini orang yang kurang berada dia heran banget sama Gie. Lupa deh gue siapa namanya. karena wataknya itu Gie sempet dikucilin sama temen-temen sekolahnya, gak ada yang mau nemenin Gie si pembuat masalah ini.
Singkat cerita Gie udah kuliah aja tuh, dia kuliah di Universitas Indonesia jurusan sastra. Dia suka nulis, dia juga aktif nerbitin tulisannya di koran-koran. Apa yang dia tulis? Jadi Gie ini aktivis kampus, ya tentunya tulisanya itu berbau-bau politik gitu. Isinya kebanyakan nyindir pemerintahan Indonesia. Dan kritiknya itu tajem banget jleb gitu deh. Disaat orang ninggi-ninggiin nama Soekarno justru ngejatuhin Soekarno. Kalo gak salah dia sempet bilang gini: "aku menyukai Soekarno sebagai manusia bukan seorang presiden"
Kebanyakan aktivis kan demo ya, tapi Gie beda. Dia gak suka rusuh-rusuh, dia lebih suka nuangin pikirannya ke tulisan. Jadilah lembar-lembar koran yang isinya tulisan dia, dia juga sempet diketemuin sama presiden loh.
Selain aktivis Gie ini juga seneng banget hiking, dia merupakan founder pertama ma MAPALA (mahasiswa pencinta alam) di UI. Jadi FYI nama MAPALA ini asalnya dari Gie. Dan tau gak? Gie meninggal tanggal 16 Desember 1969 di puncak gunung Semeru, di pangkuan sahabatnya (pokoknya sahabatnya cowo namanya lupa intinya gue sedih :( ). Ada yang bilang penyebab kematiannya dia dibunuh orang pemerintahan, ada yang bilang juga dia keracunan pas naik gunung. Entahlah~
Alasan gue bikin artikel ini karena kisahnya inspired banget, Gie ngisahin kalo kita harus kritis gak boleh gampang percaya tanpa alasan yang jelas, jangan takut kalah kalo kita emang bener, dan Gie ngejunjung tinggi bgt hal ini: tiap orang punya hak bicara, hak di dengar dan satu hal negara kita negara demokrasi. Ini bukan orasi ya, intinya sih itu yang gue pahamin dari Gie hehe.
Oya ini kurang lengkap mungkin pembahasannya, karena emg udah agak-agak lupa guenya haha. Bagi yang penasaran baca bukunya aja judulnya a Diary of Demonstrator atau kalo mau simpel tonton aja filmnya judulnya nama si tokoh ini. Gue juga taunya dari film ini hehe. Pemerannya Nicholas Saputra loh :3 keren deeeh. Penokohan NicSap sebagai aktivis berintelektualitas tingginya dapet bgt di sini.

Ini beberapa Quotes Soe Hok Gie yang ngena banget!
“lebih baik diasingkan daripada hidup dalam kemunafikan”
“guru bukan dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau”
“aku tidak takut sendiri. Tuhan juga sendiri, dan dia bisa jadi Mahakuat karena itu”
“nasib baik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda”



Sekian dan terimakasih.